Publikasi

Berita & Artikel Terbaru

Kumpulan berita, opini, dan informasi kegiatan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi.

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
16 Sep 2026

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Oleh: Dr. Ratna Istianah, S.Si., M.A.P (Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi)Di tengah hiruk-pikuk dunia kepemudaan yang kerap lebih ramai pada seremoni daripada substansi, ada sosok-sosok yang memilih jalan berbeda: tampil bukan untuk panggung, tapi untuk persoalan. Salah satunya adalah Yandra Utama Santosa, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi, yang juga dikenal luas sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi dan Sekretaris Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Jawa Barat.Di mata akademisi maupun pengamat politik, saya secara sengaja tidak akan membahas posisinya sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sukabumi Raya dari sisi pro-kontra kebijakan tersebut. Soal MBG biarlah menjadi diskursus tersendiri yang punya forumnya sendiri.Yang ingin saya soroti di sini adalah satu hal yang lebih mendasar: keberanian seorang pemuda untuk mengambil sikap dan posisi yang jelas di ruang publik, di tengah kecenderungan banyak tokoh muda yang memilih aman dan netral demi menghindari risiko.Soal posisinya sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Peduli MBG se-Sukabumi Raya, saya memilih untuk tidak masuk ke ranah setuju atau tidaknya program Makan Bergizi Gratis itu sendiri, sebab itu adalah perdebatan kebijakan publik yang punya argumentasi dan datanya masing-masing, baik dari sisi pendukung maupun pengkritik.Yang lebih relevan untuk dicatat di sini adalah keputusan Yandra mengambil posisi terbuka dan terlibat langsung dalam isu yang sedang menjadi perhatian publik. Di tengah kecenderungan banyak aktor muda menghindari isu-isu yang berpotensi kontroversial demi menjaga ΓÇÿamanΓÇÖ, memilih untuk berdiri di garis depan sebuah aliansi masyarakat, apapun isi sikapnya terhadap kebijakan tersebut, adalah bentuk keberanian mengambil sikap politik yang patut dicatat.Konsistensi sikap semacam ini, terlepas dari pro atau kontra publik terhadap kebijakannya, mencerminkan karakter pemimpin muda yang tidak ragu tampil dan bertanggung jawab atas posisinya di hadapan publik.Jejak lintas golongan yang dibangun Yandra juga patut dicatat. Memimpin KNPI sebagai organisasi payung kepemudaan lintas OKP, sekaligus aktif di Pemuda Muhammadiyah dan menjadi Sekretaris IPTI Jawa Barat, menunjukkan pola kepemimpinan yang tidak terkungkung sekat ormas, agama, atau etnis. Di Sukabumi, daerah yang majemuk secara sosial dan kultural, kombinasi peran semacam ini bukan perkara kecil, ia mensyaratkan kemampuan merangkul, bukan sekadar memimpin satu kelompok.Bukti paling segar dari keberanian dan inisiatif itu datang dari peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Pada Jumat (26/6/2026), DPD KNPI Kabupaten Sukabumi yang dipimpin Yandra menggelar Puncak Peringatan HANI 2026 di GOR Pemuda Cisaat, dengan menggandeng langsung Polres Sukabumi Kota dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi.Mengusung tema ΓÇ£Melawan Narkoba, Menyelamatkan Generasi: Sukabumi Bersatu, Pemuda Maju, Generasi Hebat Tanpa Narkoba, Stop NarkobaΓÇ¥, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan yang menggugurkan kewajiban.Dalam pernyataannya kepada awak media, Yandra menegaskan bahwa KNPI bersama seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum demi memberantas peredaran gelap narkotika secara konsisten. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap persoalan ini hanya akan melahirkan generasi yang lemah, baik secara fisik maupun mental.Yang menarik, langkah ini tidak berdiri sendiri. Komitmen DPD KNPI Kabupaten Sukabumi mendapat sambutan hangat dari Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, yang menyebut inisiatif para pemuda ini sangat baik dan luar biasa.Apresiasi serupa juga datang dari Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Yuhernawa, yang menilai deklarasi ini sebagai bentuk ikrar bersama untuk mewujudkan cita-cita ΓÇ£Sukabumi Bersih NarkobaΓÇ¥ atau Bersinar, sebuah gerakan yang menurutnya harus terus dikampanyekan hingga ke tingkat desa, lingkungan pendidikan, dan instansi pemerintahan.Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai OKP, Ormas, unsur Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota, BNNK, hingga Forkopimda Kabupaten Sukabumi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor antara elemen kepemudaan dan aparat negara bukan sekadar wacana. Ia bisa diwujudkan ketika ada inisiator yang berani mengambil langkah pertama.Di sinilah relevansi sosok seperti Yandra perlu diletakkan dalam konteks yang lebih luas. Dunia kepemudaan hari ini sering dikritik karena minim keberanian: banyak organisasi pemuda yang lebih sibuk dengan seremoni internal ketimbang turun langsung menghadapi persoalan riil masyarakat, seperti narkoba, pengangguran, atau ketimpangan sosial. Ketika seorang ketua organisasi kepemudaan memilih untuk secara terbuka menggandeng aparat penegak hukum dan lembaga negara dalam isu yang sensitif dan berisiko seperti narkotika, itu adalah bentuk keberanian politik yang layak diapresiasi, terlepas dari afiliasi maupun pandangan politik kita masing-masing.Tentu, sebagai pengamat, saya percaya setiap aktor politik dan kebijakan publik harus terus diawasi dan dikritisi rekam jejaknya secara objektif. Namun objektivitas itu juga berarti memberi pengakuan yang jujur ketika ada langkah baik yang patut dicontoh.Keberanian Yandra untuk tampil di garis depan, merangkul lintas organisasi dan golongan, serta menyatukan kekuatan moral pemuda dengan otoritas negara dalam isu darurat seperti narkoba, adalah teladan kepemimpinan muda yang semestinya lebih banyak ditiru, bukan dipandang sebelah mata.Generasi muda Sukabumi, dan Indonesia secara umum, membutuhkan lebih banyak sosok yang berani mengambil sikap dan turun tangan langsung, bukan sekadar berwacana di ruang seminar. Semoga langkah-langkah semacam ini terus konsisten dan menginspirasi lebih banyak pemuda lain untuk berbuat serupa di daerahnya masing-masing. (*).Sumber: https://jurnalsukabumi.com/2026/06/28/di-mata-akademisi-sosok-yandra-utama-pemuda-berani/

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, Jadi Narasumber Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan
31 Jul 2026

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, Jadi Narasumber Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

SUKABUMI ΓÇô Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di salah satu hotel yang ada di Kota Sukabumi pada Jumat (31/7/2026). Agenda rutin masa reses yang menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota dan Kabupaten Sukabumi ini, ditujukan untuk menggugah kesadaran berdemokrasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu.Dalam kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (1/8/2026) tersebut, Heri Gunawan merangkul berbagai elemen organisasi pemuda, kemasyarakatan, hingga kelompok pekerja seni di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.ΓÇ£Pada intinya kita menggandeng KPU selaku mitra Komisi II. Kita berharap ada pendidikan berkelanjutan terkait masalah pemilu agar partisipasi publik ke depannya bisa lebih baik, serta menggugah masyarakat untuk lebih memahami arti berdemokrasi,ΓÇ¥ ujar politisi yang akrab disapa Hergun tersebut di sela kegiatan.Hergun menjelaskan, rangkaian sosialisasi ini diisi dengan dialog interaktif bersama sejumlah organisasi, di antaranya Pemuda Muhammadiyah, Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), hingga komunitas seniman se-Kabupaten Sukabumi. Sedikitnya ada 10 titik kegiatan serupa yang disiapkan untuk menjangkau kelompok masyarakat di Kota maupun Kabupaten Sukabumi.Selain memberikan pemahaman nilai-nilai demokrasi, Hergun menyoroti pentingnya edukasi publik mengingat DPR RI mulai bersiap membahas Revisi Undang-Undang Pemilu. Ia menambahkan bahwa peran masyarakat tidak hanya terbatas pada menggunakan hak pilih di TPS, melainkan juga berpeluang aktif menjadi bagian dari penyelenggara pemilu adhoc di tingkat lokal.Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, yang didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, mendorong generasi muda dan pemilih pemula untuk lebih proaktif dalam menggunakan hak suara serta memahami sistem demokrasi di Indonesia.Yandra menekankan pentingnya pendidikan pemilih guna memberikan pemahaman mendalam bagi generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton dalam setiap kontestasi politik.ΓÇ£Alhamdulillah, kita tadi sudah berdiskusi dalam acara sosialisasi pendidikan pemilih. Ini sangat penting untuk pemahaman generasi muda terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Mudah-mudahan sosialisasi pendidikan untuk pemilih pemula ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang hadir,ΓÇ¥ ujar Yandra.Sebagai narasumber, ia menyoroti potensi besar porsi suara kaum muda yang mendominasi demografi pemilih saat ini. Dalam materi yang dipaparkannya di forum tersebut, Yandra menyebutkan bahwa kelompok usia 17 hingga 40 tahun mencakup sekitar 60 persen dari total mayoritas pemilih. Menurutnya, angka statistik tersebut menjadi bukti nyata bahwa masa depan arah kebijakan bangsa berada di tangan pemuda.ΓÇ£Materi yang saya sampaikan tadi menekankan bahwa 60 persen mayoritas pemilih berada di rentang usia 17 sampai 40 tahun. Ini data yang sangat penting bagi kita bahwa penentu kebijakan hasil demokrasi adalah rentang usia pemuda. Oleh karena itu, kita harus bisa lebih proaktif dalam berdemokrasi,ΓÇ¥ tegasnya.Melalui kegiatan sosialisasi berkelanjutan ini, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi berharap kesadaran politik di kalangan pemuda terus meningkat. ΓÇ£Iya, sehingga mampu melahirkan kepemimpinan dan kebijakan publik yang pro-rakyat di masa mendatang,ΓÇ¥ tandasnya.Masih di tempat yang sama, Pengurus Pusat (PP) TIDAR Bidang Hubungan Antar Lembaga, Muhammad Sayyid Agil mengatakan, kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan ini, merupakan bukti nyata bahwa Partai Gerindra tidak pernah berhenti turun ke bawah untuk memberikan edukasi politik yang sehat.ΓÇ£Pendidikan pemilih adalah fondasi utama dalam menjaga ritme kemenangan rakyat dan kualitas demokrasi kita. TIDAR hadir untuk memastikan anak muda, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi aktor utama pembawa perubahan,ΓÇ¥ tandasnya.Eksekutif Muda dari Sayap Partai Gerindra ini menyebut bahwa forum ini menjadi wadah konsolidasi gagasan yang dinamis. Kehadiran lintas elemen, mulai dari Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, jajaran DPD KNPI, perwakilan mahasiswa, hingga kader-kader muda menegaskan solidnya sinergi antara elemen strategis masyarakat Sukabumi.ΓÇ£Sebagai wadah kepemudaan Gerindra, TIDAR menegaskan siap terus bergerak seirama dengan garis perjuangan partai dan arahan legislator di DPR RI, seperti Heri Gunawan, untuk memperkuat partisipasi politik kaum muda demi menyongsong masa depan Indonesia yang lebih maju,ΓÇ¥ pungkasnya.